Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Diisukan PKI dan Kriminaliaasi Ulama, Jokowi Kesal Sampai Keluar ...

Diisukan PKI dan Kriminaliaasi Ulama, Jokowi Kesal Sampai Keluar ... Rumah Politik Jatim Diisukan PKI dan Kriminaliaasi Ulama, J...

Diisukan PKI dan Kriminaliaasi Ulama, Jokowi Kesal Sampai Keluar ...

Rumah Politik Jatim

Diisukan PKI dan Kriminaliaasi Ulama, Jokowi Kesal Sampai Keluar Istilah Politik Sontoloyo

Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo mengaku bahwa ada banyak serangan kampanye hitam yang menimpa dirinya

Diisukan PKI dan Kriminaliaasi Ulama, Jokowi Kesal Sampai Keluar Istilah Politik SontoloyoSurya/Sri Handi lestariPresiden Joko Widodo saat berada di Jembatan Suramadu didampingi Gubenur Jatim, Soekarwo dan para kyai serta ulama Madura, dalam ceremonial penggratisan tarif tol jembatan atau menjadi jembatan non tol, Sabtu (27/10/2018).

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo mengaku bahwa ada banyak serangan kampanye hitam yang menimpa dirinya. Terutama yang membawa isu agama bahkan hingga yang menyebut dirinya sebagai seorang PKI.

Tak ayak hal tersebut membuat Jokowi jengkel dan menyayangkan masih adanya pihak yang menggunakan kampanye hitam, fitnah dan hoax.

"Banyak yang menyebut Jokowi itu PKI. Padahal saya lahir tahun 1961 dan PKI dibubarkan 1965-1966, lha umur saya kan masih empat hingha lima tahun. PKI balita itu nggak ada, masa ada PKI Balita," ucap Jokowi saat hadir di acara Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jawa Timur serta Pengukuhan Kostranas (Komando Strategis NasDem) Jawa Timur, di Jatim Expo pada TribunJatim.com , Minggu (28/10/2018).

Jokowi mengaku terkadang juga jengkel dengan segala informasi yang berseliweran di media sosial. Terlebih baru-baru ini juga ada foto saat DN Aidit yang berpidato.

• Surya Paloh Targetkan Jokowi Menang di Jatim Lebih dari 70 Persen

Foto itu diambil di tahun 1955. Dal am foto tersebut, terdapat pemuda yang diberi lingkaran kuning. Di medsos, pemuda itu disebut mirip dengan Jokowi.

Sehingga ramai di medsos bahwa Jokowi adalah antek PKI. Sehingga kampanye hitam begitu cepat menyebar.

"Saya kadang juga jengkel di medsos. DN Aidit pidato di tahun 1955. Di dekat dia ada saya coba. Di gambarnya kok ya mirip saya. Cara-cara ini adalah politik ..(sotoloyo)," ucap Jokowi yang kemudian di akhir kalimat dilengkapkan oleh para kader Nasdem yang hadir di Jatim Expo pada TribunJatim.com.

Tak sampai di sana, Jokowi juga menyebutkan isu yang menyebutkan dirinya telh melakukan kriminalisasi ulama.

Ia sendiri mengaku bingung mengapa kriminalisasi ulama juga menyasar padanya.

• Bertemu Presiden Jokowi di Surabaya, La Nyalla Klarifikasi dan Minta Maaf

Jokowi mengaku setiap hari bersama sama dengan ulama. Bahkan setiap pekan juga masuk ke pondok pesantren.

"Bahkan cawapresnya adalah t opnya ulama Indonesia, Ketua Majelis Ulama Indonesia. Kok kriminalisasi ulama ini mana lagi. Itulah lagi yang namanya politik...(sontoloyo)," ucap Jokowi sengaja menggantung kalimat untuk diteruskan oleh audiens.

• Sandiaga Uno Bakal Gratiskan Tol Lama Jika Terpilih Nanti

Kampanye kotor, menyebar fitnah dan hoax diharapkan Jokowi bisa dihilangkan. Sebab hal tersebut tidak mendewasakan proses demokrasi Indonesia.

"Jangan rakyat dibohongi dengan data-data yang ngawur. Itu makanya yang saya bilang politik sontoloyo ya itu," tegas Jokowi.(fatimatuz zahroh/TribunJatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh Editor: Yoni Iskandar Ikuti kami di Video PilihanSumber: Politik