Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Buya Syafii takut suasana Pilgub DKI yang tak beradab menular ke ...

Buya Syafii takut suasana Pilgub DKI yang tak beradab menular ke ... ...

Buya Syafii takut suasana Pilgub DKI yang tak beradab menular ke ...

Merdeka > Politik Buya Syafii takut suasana Pilgub DKI yang tak beradab menular ke Jawa Barat Rabu, 3 Januari 2018 21:32 Reporter : Purnomo Edi Buya Syafii di Sleman. ©2018 Merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif menyampaikan kekhawatirannya atas virus jahat Pilkada DKI Jakarta yang bisa menular ke Pilkada serentak yang akan digelar di 2018 ini. Kekhawatiran Syafii Maarif ini disampaikannya usai mengikuti diskusi terbatas bertema 'Mengatasi Kesenjangan Sosial di Indonesia' yang diinisiasi oleh organisasi Indonesia Tionghoa (INTI) di Westlake, Sleman, Rabu (3/12).

"Suasana Pilkada DKI Jakarta tidak sehat dan tidak beradab. Saya takut virus ini menular ke daerah lain," ungkap Syafii Maarif.

Syafii Maarif menerangkan, daerah yang paling rentan tertular virus jahat Pilkada DKI Jakarta adalah Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat sendiri akan menggelar Pilkada di tahun 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernurnya.

"Yang paling bertetanggaan (dengan DKI Jakarta) adalah Jawa Barat. Itu paling rentan dan dari beberapa survei memang begitu," urai Syafii Maarif.

Guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berharap, masyarakat di Jawa Barat tidak perlu ikut-ikutan seperti di Pilkada DKI Jakarta yang lalu. Syafii Maari f meminta masyarakat Jawa Barat agar lebih kritis dan cerdas dalam menghadapi Pilkada Jawa Barat tahun ini.

"Mudah-mudahan masyarakat Jawa Barat, orang-orang Sunda tidak ikut-ikutan seperti Jakarta. Perlu ada pencerahan dan masyarakat harus lebih kritis," papar Syafii Maarif.

Syafii Maarif menambahkan, selain harus waspada terhadap politik yang tak sehat dan tak beradab, masyarakat juga perlu waspada pada money politic atau politik uang. Sebab, kata Syafii Maarif, penyakit demokrasi di Indonesia adalah politik uang.

"Money politic inikan penyakit demokrasi kita. Pasti masih terjadi lagi (di Pilkada 2018). Lebih baik saya rasa (untuk mengatasi politik uang), ambil uangnya tetapi jangan ikuti arahannya. Begitu saja," tutup Syafii Maarif. [rnd]

Baca Juga:
'Semoga PDIP mau maafkan Ridwan Kamil'Manuver Ridwan Kamil amankan pencalonan di Pilgub JabarEmil merapat ke PDIP, peluang d idukung besar, tapi risikonya juga besarBerpeluang di Pilgub Jabar, Ketua Kadin Jabar dekati Emil dan partai koalisiRidwan Kamil bertandang ke PDIP, Anton Charliyan senang jika bisa berduet
Topik berita Terkait:
  1. Pilgub Jabar
  2. Pilgub DKI 2017
  3. SyafII Maarif
  4. Yogyakarta
  5. Ahmad SyafII Maarif
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Koranmu Jakarta