Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

STRATEGI BRANDING DAN PEMASARAN J.CO DONUTS

STRATEGI BRANDING DAN PEMASARAN J.CO DONUTS STRATEGI BRANDING DAN PEMASARAN DARI PRODUK J.CO DONUTS Johnny Andrean pemilik dari usaha ...

STRATEGI BRANDING DAN PEMASARAN J.CO DONUTS

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c6/J.co_logo.jpg/1200px-J.co_logo.jpg

STRATEGI BRANDING DAN PEMASARAN

DARI PRODUK J.CO DONUTS

Johnny Andrean pemilik dari usaha bread talk di Indonesia menemukan sebuah ide bernama J.CO yang terinspirasi dari donat USA. Johnny yang mempunyai kesempatan untuk untuk mencicipi macam-macam jenis donat yang mempunyai rasa berbeda di setiap negara saat melakukan bisnis ke USA. Pada awalnya, Jonny yang mepunyai beberapa kekurang terhadap produknya terutama terdapat pada bahan baku dan pengendalian kualias, yang pada saat itu ingin mencoba untuk membeli waralaba di suatu jaringan pemasaran donat USA. Dengan begitu johnny mengembangkan donatnya dengan keputusan untuk memproduksi perorangan tanpa diharuskan mempunyai kerjasama terhadap donat yang berasal dari USA tersebut. Johnny yang ingin berfokus untuk menciptakan rasa dan bentuk donat yang berbeda dari rasa yang pernah dia coba di USA, dengan begitu dia ingin produk yang dihasilkannya mempunyai bahan baku yang bermutu dalam siklus produksinya. Setelahnya ia pergi dari USA dan kembali ke Indonesia ia langsung membuka sebuah brand dari toko donat dengan perencanaan dalam bentuk dan rasa yang mempunyai kemiripan terhadap toko donat yang berada di USA.Johnny selama berada di Indonesia telah memperhatikan toko disini belum ada yang mempunyai strategi dapur yang terbuka dan terlihat produksinya oleh konsumen. Jadi, konsep dan strategi yang di pakai yaitu dapur yang terlihat langsung oleh konsumen, agar konsumen juga dapat melihat pembuatan dan proses dari donat yang akan di jajarkan di stand yang siap di jual pada konsumen. Donat J.CO diwaktu mengaduk bahan-bahan, memasak, serta membuat adonan untuk topping untuk donat dibuat menggunakan mesin yang baik dalam penggunaan operasionalnya, bukan menggunakan tangan sebagai alat pembuatannya. Dan untuk mencetak donat ada alat yang dapat membantu membuatnya agar ukuran donat semua sama rata di setiap sisinya. Sepenuhnya mesin yang digunakan untuk memproduksi donat serta bahan-bahan dasar untuk pembuatan, lebih dari 50% impor dari USA. Semacam coklat dan susu yang di impor langsung dari Belgia dan Seladia Baru Untuk minuman-minuman yang ada di J.CO bahannya juga di impor dari luar. Beberapa kopi bubuk juga di impor dari beberapa negara seperti Italia dan Costa Rica. Dari semua bagian ini, J.CO ditetapkan sebagai produsen yang mempunyai produk yang mempunyai kualitas premiun di pasaran Indonesia. Beberapa pihak ada saja yang mempunyai pendapat bahwa logo yang digunakan pada J.CO mempunyai kesamaan dengan logo Starbucks, tetapi bila diperhatikan dengan seksama, logo tersebut berbeda. Bentuk bulat bisa jadi mempunyai kemiripan, tetapi hal tersebut bukanlah trademark. Setiap donat dengan kreatif dinamai berdasarkan topping yang di taruh di atas donat serta rasa yang pastinya berbeda-beda agar dapat mudah di ingat dan agar mempunyai keunikan dari produk donat yang lain, contohnya: Miss green tea, Jcrown oreo dan lain sebagainya. Johnny kurang lebih membutuhan waktu selama tiga tahun untuk meluncurkan J.CO Donuts &COFFEE di pasaran Indonesia. Selama tiga tahun ia menyiapkan standarisasi dalam prosedur produksi, penentuan bahan baku, perbaiki kualitas dan metode dalam memproduksi produk, dan operasional dalam bisnis Dengan ini, J.CO telah masuk ke pasar Indonesia. Gerai yang petaba buka di Supermall Karawaci tangerang tanggal 26 juni 2005. J.CO Donuts & COFFEE yang ada di Indonesia di operasikan dan di miliki oleh jhonny si pemilik, melainkan toko yang berada di luar negri di waralabakan, dimana kita ketahui waralaba pada J.CO Donuts & COFFEE di singapura di punyai oleh tim BreadTalk. STRATEGI MARKETING Jadi J.CO Donuts sebagai produk donat yang berada di Indonesia memiliki perbedaan dari produk donat lainnya, lantaran kedudukannya seperti produk yang mengikuti gaya hidup para pelanggan, yang berada di kalangan menengah keatas dengan kehidupan yang dinamis serta mengikuti perkembangan jaman. Untuk mengendalikan bagian dari pasar ini, maka J.CO. menghasilkan produk donat yang tidak kalah memuaskan, sedikit pipih dan mempunyai struktur adonan yang lebih lembut. Dan dapat di santap kapan pun dan dimana pun? Donat yang sebelumnya berada di pasar terlebih dahulu, ukurannya kurang lebih cukup besar dan sangat mengenyangkan. Berbeda dengan J.CO Donuts dari segi ukuran dan dari segi bentuknya, lebih tepat dikatakan sebagai makanan ringan (cemilan) atau makanan yang dapat menggajal pererut sebelum makan hidangan utama. Baik dari segi harga J.CO pun cukup bersaing, J.CO menggunakan strategi experiental marketing, melalui strategi dapur yang terbuka dan dapat terlihat oleh pelanggan. PRODUK Produk yang hadir di tengah-tengah masyarakat ini yaitu J.CO Donuts lewat beberapa macam produk yang di pasarkan. Produk yang di maksud melingkupi kopi, coklat, donat, yogurt dan produk yang baru di pasarkan berupa pie. Semua donat diberi dengan nama yang sangat unik dan kreatif serasi dengan topping dan rasa yang di berikan pada donat. Contohnya alcapon adalah nama yang di berikan untuk donat yang meggunakan topping kacang almond. COMPETITORS Sebagai pengusaha baru di bidang makanan yang mempunyai spesifik pada donat dan kopi, J.CO juga memiliki beberapa kompetitor seperti : I-Crave, Krispy Kreme, serta Dunkin Donuts. STRATEGI DISTRIBUSI J.CO menggunakan strategi brand activation dalam membangun brandnya. Rencana ini di realisasikan ke dalam bentuk sampel di beberapa toko, serta membuat akun tritter, fanpage di facebook, membuat instagram, dan masuk ke beberapa perkumpulan ibu-ibu dengan megadakan factory visit. Untuk perusahaan, strategi pemasaran yang cocok di gunakan adalah meng endors para pengunjung lewat antrian panjang di outlet, dan menulis kelezatan dari ciri khasnya donat J.CO ini melalui media. Di bandingkan menggunakan iklan. Strategi ini berhasil membuat word of mouth dan mendapatkan publisitas. MEDIA PROMOSI Dari segi promosi J.CO pun memiliki website sendiri yaitu   www.jcodonuts.com yang memfasilitasi beragam menu-menu yang ada di outlate dengan konten yang sangat lengkap, J.CO mempunyai akun twitter yang menarik untuk dilihat yaitu @JcoIndonesia disini J.CO menyediakan jasa untuk pesan antar yogurt dan donat, untuk memudahan kostumer, dan dapat mengetahui sedang ada promo apa yang di selenggarakan pleh J.CO. TARGETING Pangsa pasar utama J.CO adalah kaum muda atau remaja dan keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang umurnya kurang dari 55 tahun. Disini dapat dilihat dari outlate J.CO dan kemasan untuk membungkus produk yang berwana cerah namun tidak mencolok dan norak, pas untuk pelanggan kalangan menengah ke atas. POSITIONING Letak J.CO di pasar saat ini adalah market leader, lantaran sekarang J.CO sebagai perusahaan yang menduduki perngkat pertama di Indonesia. Menyangkut hal ini bahwa disaat seperti ini apabila pelanggan menginginkan menyantap donat dan berkumpul bersama teman atau keluarga J.CO adalah pilihan tempat yang tepat untuk itu. J.CO tidak bisa di sebut sebagai market pioneer dikarenakan J.CO bukanlah perusahaan yang menjajahkan donat untuk pertama kali. Walaupun J.CO bukan produk yang pertama kali muncul tetapi J.CO dapat menyaingi para pesaing dan menjadi perusahaan yang paling unggul di bandingkan para pesaing lainnya.   Penulis : Anita Tri Agustin Nim : 1502025035 Kelas : 5 C Manajemen Mata Kuliah : Branding dan Komunikasi Pemasaran Sumber : http://mycicipit.blogspot.co.id/2016/10/strategi-pemasaran-jco-donuts-coffee.html Gambar : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c6/J.co_logo.jpg/1200/px-J.co_logo.jpg